![]() |
| Foto: BeritaPrima.com |
Perlu kita ketahui bersama, presiden adalah posisinya netral dari pengaruh kepentingan politik. Maka sudah menjadi seharusnya beliau netral dalam pemilu. Tidak boleh menyuruh warga Jakarta untuk memilih siapapun calonnya.
Maka dari itulah presiden seharusnya netral, bukan karena satu agama, bukan karena satu ras, satu suku, atau satu golongan. Jokowi adalah presiden, Jokowi bukan pembantu partai, bukan tim sukses, bukan juga panitia pemilu yang menyeting jalannya acara.
Jakarta adalah wilayah khusus yang terdiri dari komunitas suku, agama, ras, dan golongan, sehingga biarkan Jakarta apa adanya. Bukan dimanipulasi ke arah mana pun.
Bagi Teman Ahok dan Bukan Teman Ahok sudah sepatutnya saling menghormati mereka yang telah memilih calon DKI 1 masing-masing.

0 comments:
Post a Comment