![]() |
| Foto: Pos-metro.com |
Namun citizen journalism Jakarta berhasil mengabadikan moment-moment tersebut dengan baik. Ini adalah bukti indikator Ahok semakin tidak disukai oleh rakyatnya sendiri.
Percaya atau tidak percaya, ini memang sudah terjadi. Diberitakan oleh http://www.pos-metro.com/2016/06/dihadang-warga-penjaringan-ahok-kabur.html?m=1, bahwa "Dihadang Warga Penjaringan, Ahok ‘Kabur’ Lewat Kebun" sungguh miris sekali.
Di tengah-tengah isu satu juta KTP, namun banyak warga secara sukarela mungkin meluapkan emosinya atas kesewenang-wenangan mantan Bupati Belitung tersebut. Mungkin Ahok punya dosa besar terhadap rakyat Jakarta.
Harus kita akui juga, bahwa trend pelemahan krisis kepercayaan terhadap Ahok mulai meningkat, terutama saat pembacaan hasil audit BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) negara menyebut ada kerugian pada kasus pengadaan RS. Sumber Waras hingga 191 miliar.
Namun anehnya Komisi Perlindungan Korupsi era Jokowi (maaf, maksud saya Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebut bahwa tidak ada kerugiaan yang penyelewengan. Jelas ini menimbulkan tanda tanya publik?
Siapapun presidennya, siapapun gubernurnya, jika salah harus dikatakan salah. Jika benar maka harus dikatakan benar. Intinya publik menuntut kebenaran dan tanggung jawab para penegak hukum.

0 comments:
Post a Comment